Setiap rumah memang banyak prahara. Demikian juga di rumah kediaman keluarga Djoko Santoso. Kebanyakan sih prahara mekanis. Mulai dari listrik yg sering turun akibat pemakaian berlebih yg tak seimbang dgn kuota, kepala keluarga yg hobi sekali mengecat rumah yg masih kinclong, sampai ngantri nonton tivi kabel.
Sebagai anak satu2nya yg tersisa di rumah ini, i always make the mechanical sins.
1. Boros listrik kalo sendirian di rumah. (karna takut jadi semua aku idupin).
2. Bikin mesin cuci bunyi ‘gretek2’
3. Merusak 2 kipas angin.
4. Merusak discman pemberian ayah.
5. Lebih dari 4x merusak printer, 2x merusak cartridge.
6. Mendisfungsikan modem berkali2 hingga harus panggil org toko.
7. Memecahkan lampu mobil.
8. Menghancurkan mobil hingga ke mesin2.
9. Memaksakan melewati polisi tidur yg super tinggi hingga memebentur mesin motor dgn keras.
10. MENJATUHKAN WIRELESS PHONE KE DALAM EMBER PENUH AIR 2 minggu yg lalu dan sampai sekarang masih direparasi dgn keadaan ayahku tak tahu kejadian yg sebenarnya. Dia kira baterenya bermasalah. Jadi sekarang di rumah pake telpon biasa yg perlu keahlian khusus untuk memencet tombol gilanya.
11. Entahlah apa lagi.
Tuhan Yesus Yang Tampan lagi Macho, ampunilah aku orang berdosa.
Nilai2 yg bisa diambil:
· Jgn sotoy, coba2 tanpa kepastian.
· Jgn nelpon sambil nyuci ato kegiatan lainnya, apalagi mengepitkan telpon di kuping-bahu. BERBAHAYA.
· Jgn ngebut dan ngelamun saat berkendara.
· Ayahmu tetaplah ayahmu, walau hobi mengecat.
· Berterima kasih sudah diberi ayah yg tetap tekun memperbaiki alat2 yg dirusak anaknya.
No comments:
Post a Comment