Heloh2 sudah lama tak jumpa!
Maklum2 minggu ini membawa aura yg tak terlalu menyenangkan, yaitu anti-begadang.
Padahal dibilang capek2 amat juga nggak, tapi rasanya slalu pengen tidur cepet2.
Uhh,, rasanya aku bnar2 kasmaran!!!
Ayo kita review dr hr sabtu,,(lama yaaa..)
Hari Sabtu, 27 Oktober 2007, aku ketemu si akang ganteng nan menggairahkan saat misa mudika sePalembang. Sebenernya stlh misa msh ada acara dimana aku bisa melepas rindu,,,tapi apa daya aku harus ke ultahan (seminggu stlh ultah) si Gajahwati..Alhasil aku Cuma makan gila2an bersama sohib2ku yg genid disana... 3 mangkok imud es krim, setengah pempek telok besak (bagi dua dgn Itja), seperempat piring nasi beserta lauk, 5 cheese rolls, dan puding. Dahsyad? Ah tidak jugaa,, liat si gajah dulu!
Neah, akhirnya stlh acara penggajahan selesai, aku langsung meluncur lagi ke St. Yoseph yg memang taj jauh dari kediaman Gajah binti Tince. Wow! Ternyata sang pujaan masih ada di sana!!!!!!! Kami sempat saling menangkap mata, tapi aku pura2 tak tahu saja sementara ia sdh senyum2 tak jelas. Saking salah tingkahnya, aku sibuk cuap2 dgn teman2 yg lain soal rasa Beng2 stick yg jadi kampungan. Tak lama kemudian ia pergi keluar begitu saja tanpa arah dan tak bisa diketemukan lagi walau aku, Quina, dan Yosi sdh menyusuri semua pelosok gereja......
Hari Minggu, 28 Oktober 2007, aku dengan begitu niatnya datang misa demi melihat dia. Ketika aku dan ajudanku (si bibik Yusi) datang, dia yg sdang asyik mengobrol dgn seorang suster tiba2 tersenyum tak jelas melihat kami. Oh gosh.... Wajah ganteng nan dewasa, senyum penuh gairah, rambut hitam lebat penuh pesona,,, oh Tuhan..... Betapa aku semakin menggila dibuatnya!!!! Tapi kebahagiaan hanya berlangsung beberapa jam setelah aku puas melihatnya sepanjang misa. Sepulang dari gereja aku malah harus menanggung malu karana Yusi dgn sgala kebodohannya mencoba memasukkan beng2 ke dlm mulutnya yg ditutup helm. Alhasil aku hanya membeku saja sementara seantero lampu merah memelototi Yusi yg mengakak tah henti...
Hari Senin, 29 Oktober 2007, sekolah pulang cepat karna ada rapat atau semacamnya. Katanya sih ada halal bihalal dgn Diknas. Tapi aku dan yg lain tak bisa begitu saja pulang dan tidur2an. Kami menunggu DIA datang!! Tak ada ruginya kami menunggu skian lama dari jam 10 sampai jam 2 siang, karna ternyata ada sisi lain dari GALAXI (Liga Sepakbola Xaverius 1). Kami sibuk berfoto di sepanjang lapangan dan ilalang tanpa menghiraukan rumput yg bergoyang. GALAXI pun mulai. Kedua tim tlah datang tapi wajah tampannya tak kunjung memampang. Akhirnya dgn kesabaran dan ketulusan hatiku, ia datang dgn gaya khasnya, malas2an. Rizki yg gagal idol dgn sgla kebaikannya mengambil fotonya yg macho. Quina yg ditinggal Audi jg baik skali, memanggil2 namanya dgn megaphone sambil tertawa bersama teman2 yg lain sementara aku terbujur kaku saking kagetnya dia nekad berbuat begitu. Tapi tak apa, sang pujaan hati melambai ke arah kami dan aku pun dgn tampang bodoh membalas lambaian gemulainya.
Hari yg indah ini pun ditutup dgn kemenangan Audacia 12-0 atas tim yg aku lupa namanya.
Hari Selasa, 30 Oktober 2007, tidak ada hal yg berarti.
Hari Rabu, 31 Oktober 2007, aku menunggu kehadirannya di lapangan sampai maghrib dan jejak kakinya pun tak tampak. Atas kebaikan teman2ku yg sibuk membahasnya, aku sampai 2 kali meneteskan air mata saking capeknya. Hari pun ditutup dengan kemenangan Reborns atas Modulusz dgn hasil pinalti 5-3. Menangislah Reborns, karna kalian akan berhadapan dgn Audacia FC.......
Sebagai tambahan, sang pujaan hatiku itu konon mampu membaca pikiran atau hal2 psychic lainnya. Itulah mengapa dia sering senyum2 tak jelaas.
Ummm..... Minggu yg lucu. Entah knapa tip hari perasaanku makin dalam. Aku makin bisa merelakan apa pun yg terjadi asalkan aku bisa terus mencintainya. Tak peduli apapun, aku akan memperjuangkan rasa ini. Nabila, sesama pencinta dia, sibuk memikirkan cara bagaiman agar bisa menikah dgnnya. Dgn semangat menggelora Nabila mengajakku nekad minta tanda tangan si dia dan memberi coklat untuknya. Tapi itu tak berarti apa2 untuk aku. Tak ada yg aku bisa harap darinya, aku sadar betul, tapi yg aku harap aku bisa bahagia begini terus. Mencinta tanpa dicinta bukan masalah bagiku, karna dalam penderitaan itu ada kebahagiaan yg lebih indah dari apapun, yg aku pun tak tahu apa kebahagiaan itu...
Ma**en Ganteng
No comments:
Post a Comment