Tuesday, March 25, 2008

Frog Tragedy

Stop. Let it be the last in this week.

My father had sold our lovely cutest car in the world, the cream ‘frog’ VolksWagon. He is retired now therefore our family gonna be bankrupt if he didn’t sell anything. Unfortunately he sold it to Priska’s boy next door, Eldi, the ghostrider. He will drive it to school and I will feel riot. My father sold it because he had to spend a lot of money for taking care this old car and for paying the tax.

I cried a bit. This is kinda losing your lovely pet. I haven’t seen that for bout 5 hours and I miss it now.

My father bought this VW from our friends in Jakarta. We love it so much. Every time every where we ride this car, all of eyes catch us. Maybe it’s the most wonderful thing that my family had ever had. It’s cute, milky white, shiny, and forgettable. We had been with this car for about 10 years nevertheless I couldn’t say any goodbye. I have a lot of lovely memories with my father in this car. He used to pick me up from some activities in school, elementary school till junior high school. I used to ask him about some social and even scientific questions to him and he used to answer in very long explanation while he’s riding the car.

One day, I and my father went somewhere. In a traffic light we met a foreigner in his car and then he asked my father, “Are you a fan of Newcastle United?” He asked us because of a Newcastle United sticker in the window. And my father answered, “Yes, I like it,” And I just laughed at that time. I never forget about that moment.

And now, I lose those moments.

Daddy, you must know how much I love you and that car…

You all should see me cry while writing this blog.

Europe, here he goes...

I regret that I’ve forgotten bout him for months.

I regret that I’ve never visited him anymore.

I regret that I’ve tried to find other cool boys easily

I regret that I used to feel bored thinking bout him.

I regret that I wasn’t brave enough to greet him.

I regret that I’ve falling in love with him.

I regret that I’ve been sinful enough lovin’ him.

I regret that I met him.

I regret that I know him.

I hate that I love him so..

Wednesday, March 19, 2008

bingung

Aku bingung.
Ternyata kalo dipikir2, aku pengen jadi pebisnis.
Aku harus mencari suami yang bisa memodali aku.
Nah, aku pengen bisnis kembang, tp lm2 pgn buka butik sneaker, tp minggu lalu tertarik jualan sayur.
aku bingung..

btw, aku lagi nge-fan sm jayson atienza. Seorang seniman di perusahaan advertising yg suka ngelukis di sneaker. Ah imutnyaa

Tuesday, March 18, 2008

Permintaan Hati

Ini judul lagu Letto, lho. Bukan permintaan hati saya.
Saya pertama kali melihat v-klip ini di MTV AMPUH. V-klip ini dimulai dengan kedatangan sang model, Marsha Timothy, ke hadapan Noe, sang vokalis Letto (bukan noy si model kawakan bangau). Marsha tiba-tiba menyiram sejerigen minyak ke badan Noy yang tak tahu apa-apa.
Lalu mulailah flashback ke masa silam.
Alkisah, Noe tanpa sengaja melihat 'mahluk mulia bernama wanita' sedang disiksa kekasihnya di suatu lorong. Noe datang dan menghibur Marsha, si wanita yang kecanduan drugs bernama 'cinta'. Noe yang datang di tengah gelapnya hati Marsha pun membuat Marsha bertekuk lutut padanya. Kisah cinta mereka pun dimulai. Mereka saling mencintai seperti tak ada lagi yang bisa dicinta di dunia ini. Tapi suatu hari, Marsha bagaikan dihantam godam Goliath tatkala ia menerima surat yang bertulis bahwa Noe harus pergi entah ke mana. Marsha yang keburu cinta mati pada Noe pun frustasi dan bersumpah akan membunuh Noe bila mereka bertemu suatu saat nanti.
Keinginan Mrsha pun terwujud. Akhirnya ia menemukan Noe yang tampak biasa saja. Praktis, Noe pun bingung diserang minyak bagaikan pisang goreng yang siap dijerang. Semua yang melihat pun bingung. Ternyata Marsha datang dari masa depan khusus untuk membunuh Noe.

Cuplikan kisah di atas mungkin hanya ulasan biasa dan sederhana tentang klip Leto satu ini. Tapi dijamin semua yang menonton akan penasaran untuk megikutinya sampai akhir. Lagu yang easy listening, penuturan cerita dengan alur yang amazing, penggunaan dialog tertulis, akting yang memukau, pokoknya sip dah!!

"Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, tapi untuk terlepas darimu"

Nine in The Afternoon

Akhirnya aku kembali,,

Setelah beberapa bulan hilang dari peredaran, kini kuputuskan untuk kembali ke rangah penulisan. Sebenarnya maksud hati ingin menulis lagu sepulang dari liburan panjang keliling Sumatera akhir tahun lalu. Tapi apa daya, niat dan kemalasan berbicara lain. Kini aku ingin memulainya degan PANIC AT THE DISCO.

Remember!, there isn’t PANIC! AT THE DISCO anymore. The ! has pulled out.

Mengapa? Karena mereka risih dengan tanda baca yang sebenarnya tak ingin mereka gunakan itu. Mereka Cuma iseng saja memakai tanda seru pada awal album mereka dan ternyata semua orang memakai tanda itu. Yiah, padahal imut.

Sebenarnya saya sudah lama menunggu kabar terbaru dari PATD. Mendengar lagu-lagunya pun sudah jarang. Tapi akhirnya saya disadarkan oleh rekan lomba saya yang bernama Fanny. Untuk mengisi waktu, tiba-tiba Fanny bertanya:

“Suka denger musik dak?”

“Yo,”

“Musik apo?”

Yang terpikir oleh saya hanyalah, “Rock.”

“Hah?! Iyo ye? Aku juga sukaaa.. Band apo??”

“Hmm, tau PATD dak? Aku suka itu samo Arctic Monkey. Kau?”

“HAH??! AKU JUGA SUKAA!! Kalo FOB kau suka dak? Aku suka 2 itu! Apolagi suaro vokalisnyo si Ryan Ross (sebenarnya Ryan Ross adalah gitaris, red.) samo si Patrick apola tu. Aku juga suka Pete Wentz-nyo. Sexy nian suaro dio wong tu..”

Tak kusangka Fanny yang bertampang pencinta Jay Chou, Fahreinheit, Rain, dan semacamnya itu ternyata… Jadi selama seminggu bersama-sama berlomba, kami selalu membicarakan PATD dkk. Dia bilang susah sekali mencari oramg yang suka PATD. Dari obrolam kami, saya bias mengambil kesimpulan kalu Fanny yang feminine dan sangat baik hati itu adalah pencinta band-band emo. Dia sih paling suka sama FOB.

Nah, Fanny inilah yang membuat saya kembali melirik PATD.

“Mem, dengerla lagu dio yang baru di internet. Nine in Afternoon apola tu.”

Pertama kali melihat video klipnya di youtube, saya langsung merasakan hawa feminisme yang kental. Bagaimana tidak, v-klip ini dimulai dengan bangunnya Brendon Urie lengkap dengan piyama imut dan rambut yang bagai helm. Dekorasi kamarnya sangat colourfull dan ceria. Di dinding kamar ini terdapat jam besar dengan angka sembilannya berada si posisi angka tiga. Yep, itulah Nine in The Afternoon. Lalu Brendon menggeliat-geliat sambil bernyanyi di lantai. Sangat wanita. Lalu seperti biasa, cabaret must go on.. Ya, mereka sibuk menyanyi dan menari di cabaret, lengkap dengan gajah palsu yang lucu dan gadis-gadis yang mengejar cowok-cowok tampan ini. Untungnya, PSK-PSK andalan v-klip PATD tak muncul di sini.

Lalu v-klip dilanjutkan dengan mengekspos Brendon yang masih saja bergaya imut di lantai. Personil lain juga muncul dari bangun tidur imut mereka. Nah, ada juga scene di mana mereka bernyanyi bersama dengan kostum hewan-hewan lucu. Dan di bagian akhir terlihat jelas kalau ada apa-apa antara Brendon Urie dan Ryan Ross. Haha.

Awalnya saya kurang suka melihat v-klip beserta lagunya. Tapi setelah melihat untuk kedua kalinya di MTV, saya angsung tak biSA berhenti bernyanyi di sekolah. Itu sih 2 bln lalu. Sekarang setiap hari saya nonton video ini dan mulai bosan. Sebenarnya untuk ukuran setahun vakum, v-klip ini kurang menggebrak. Kreatif dan lucu sih. Tapi rasanya kurang jantan, unik, dan vulgar seperti I WRITE SINS NOT TRAGEDIESM dan v-klip sebelumnya. Tapi oke lah.. Lagu ini lucu, ceria, dan GOSPEL ABESS..

Tak sabar menunggu lagu selanjutnya.