Tuesday, March 18, 2008

Nine in The Afternoon

Akhirnya aku kembali,,

Setelah beberapa bulan hilang dari peredaran, kini kuputuskan untuk kembali ke rangah penulisan. Sebenarnya maksud hati ingin menulis lagu sepulang dari liburan panjang keliling Sumatera akhir tahun lalu. Tapi apa daya, niat dan kemalasan berbicara lain. Kini aku ingin memulainya degan PANIC AT THE DISCO.

Remember!, there isn’t PANIC! AT THE DISCO anymore. The ! has pulled out.

Mengapa? Karena mereka risih dengan tanda baca yang sebenarnya tak ingin mereka gunakan itu. Mereka Cuma iseng saja memakai tanda seru pada awal album mereka dan ternyata semua orang memakai tanda itu. Yiah, padahal imut.

Sebenarnya saya sudah lama menunggu kabar terbaru dari PATD. Mendengar lagu-lagunya pun sudah jarang. Tapi akhirnya saya disadarkan oleh rekan lomba saya yang bernama Fanny. Untuk mengisi waktu, tiba-tiba Fanny bertanya:

“Suka denger musik dak?”

“Yo,”

“Musik apo?”

Yang terpikir oleh saya hanyalah, “Rock.”

“Hah?! Iyo ye? Aku juga sukaaa.. Band apo??”

“Hmm, tau PATD dak? Aku suka itu samo Arctic Monkey. Kau?”

“HAH??! AKU JUGA SUKAA!! Kalo FOB kau suka dak? Aku suka 2 itu! Apolagi suaro vokalisnyo si Ryan Ross (sebenarnya Ryan Ross adalah gitaris, red.) samo si Patrick apola tu. Aku juga suka Pete Wentz-nyo. Sexy nian suaro dio wong tu..”

Tak kusangka Fanny yang bertampang pencinta Jay Chou, Fahreinheit, Rain, dan semacamnya itu ternyata… Jadi selama seminggu bersama-sama berlomba, kami selalu membicarakan PATD dkk. Dia bilang susah sekali mencari oramg yang suka PATD. Dari obrolam kami, saya bias mengambil kesimpulan kalu Fanny yang feminine dan sangat baik hati itu adalah pencinta band-band emo. Dia sih paling suka sama FOB.

Nah, Fanny inilah yang membuat saya kembali melirik PATD.

“Mem, dengerla lagu dio yang baru di internet. Nine in Afternoon apola tu.”

Pertama kali melihat video klipnya di youtube, saya langsung merasakan hawa feminisme yang kental. Bagaimana tidak, v-klip ini dimulai dengan bangunnya Brendon Urie lengkap dengan piyama imut dan rambut yang bagai helm. Dekorasi kamarnya sangat colourfull dan ceria. Di dinding kamar ini terdapat jam besar dengan angka sembilannya berada si posisi angka tiga. Yep, itulah Nine in The Afternoon. Lalu Brendon menggeliat-geliat sambil bernyanyi di lantai. Sangat wanita. Lalu seperti biasa, cabaret must go on.. Ya, mereka sibuk menyanyi dan menari di cabaret, lengkap dengan gajah palsu yang lucu dan gadis-gadis yang mengejar cowok-cowok tampan ini. Untungnya, PSK-PSK andalan v-klip PATD tak muncul di sini.

Lalu v-klip dilanjutkan dengan mengekspos Brendon yang masih saja bergaya imut di lantai. Personil lain juga muncul dari bangun tidur imut mereka. Nah, ada juga scene di mana mereka bernyanyi bersama dengan kostum hewan-hewan lucu. Dan di bagian akhir terlihat jelas kalau ada apa-apa antara Brendon Urie dan Ryan Ross. Haha.

Awalnya saya kurang suka melihat v-klip beserta lagunya. Tapi setelah melihat untuk kedua kalinya di MTV, saya angsung tak biSA berhenti bernyanyi di sekolah. Itu sih 2 bln lalu. Sekarang setiap hari saya nonton video ini dan mulai bosan. Sebenarnya untuk ukuran setahun vakum, v-klip ini kurang menggebrak. Kreatif dan lucu sih. Tapi rasanya kurang jantan, unik, dan vulgar seperti I WRITE SINS NOT TRAGEDIESM dan v-klip sebelumnya. Tapi oke lah.. Lagu ini lucu, ceria, dan GOSPEL ABESS..

Tak sabar menunggu lagu selanjutnya.

No comments: